Dalam mengembangkan pariwisata, sebuah ide yang terlihat menarik belum tentu menjadi solusi yang tepat. setiap desa dan destinasi memiliki kondisi, karakter masyarakat, potensi, serta tantangan yang berbeda. Karena itu, GODEVI menempatkan riset sebagai langkah awal dari setiap strategi yang dikembangkan. Prinsip ini menjadi bagian penting dari Research & Scientific Consulting, yaitu pilar pertama GODEVI yang menjadikan data dan bukti lapangan sebagai dasar sebelum mengambil keputusan hasil data.
Riset bukan sekedar kegiatan mengumpulkan data atau membuat laporan. Riset ini digunakan untuk memahami kondisi asli di lapangan. Melalui wawancara, survei, observasi, analisis data, dan kajian ilmiah, sebagai informasi dapat dikumpulkan untuk melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh suatu desa. Dengan begitu, strategi yang dibuat tidak hanya berdasarkan perkiraan atau tren yang sedang berkembang.
Pendekatan berbasis riset juga membantu melihat potensi yang mungkin belum terlihat secara langsung. Misalnya sebuah desa yang memiliki keindahan alam yang menarik wisatawan. Namun, hasil riset bisa diketahui bahwa masalah utama bukan hanya bagaimana mendatangkan lebih banyak wisatawan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan untuk perkembangan ekonomi, lingkungan tetap terjaga, dan juga bagaimana pengelolaan destinasi atau desa wisata dapat berjalan.
Hal inilah yang menjadi filosofi dari pilar pertama GODEVI, setiap keputusan perlu memiliki dasar yang jelas. Data awal menjadi titik awal untuk memahami permasalahan, menentukan arah pengembangan, sekaligus mengevaluasi apakah strategi ini diterapkan dapat memberikan dampak.
Pembahasan tersebut juga sejalan dengan hadirnya International Journal of Tourism Trends (IJTT). Jurnal ini menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan hasil penelitian, pemikiran akademik, dan perkembangan industri pariwisata. Peluncuran IJTT di Universitas Udayana pada Oktober 2025 menjadi langkah awal untuk memperkuat riset dan literasi di bidang pariwisata. Dalam peluncurannya, lebih dari 200 mahasiswa Fakultas Pariwisata Universitas Udayana turut hadir dan mengikuti kegiatan yang mengangkat tema inovasi serta perkembangan teknologi dalam pariwisata.
IJTT juga menunjukkan bahwa riset pariwisata tidak harus di lingkungan akademik. Hasil penelitian dapat menjadi sumber pengetahuan yang membantu pelaku industri, pemerintah, pengelola destinasi, maupun masyarakat dalam memahami perubahan yang terjadi di dunia pariwisata. IJTT membawa beberapa bidang kajian yang relevan dengan perkembangan pariwisata saat ini, mulai dari digital tourism, sustainable, dan regenerative tourism, bisnis pariwisata, tata kelola destinasi, hingga inovasi transportasi dan mobilitas.
Bagi GODEVI, hubungan antara riset dan praktik menjadi hal penting. Riset ini tidak hanya menghasilkan angka, teori, atau tulisan ilmiah, tetapi juga dapat membantu menjawab persoalan nyata. Hasil temuan dari lapangan dapat menjadi dasar untuk menyusun strategi, mengembangkan ekonomi masyarakat, memperbaiki data kelola, hingga mengembangkan produk wisata yang sesuai dengan sebuah desa wisata.
Pembahasan ini juga sejalan dengan prinsip GODEVI yang menekankan "Berbasis Data, Bukan Asumsi". Dalam pengembangan desa dan destinasi, keputusan yang dibuat berdasarkan data memiliki dasar yang lebih kuat dan dapat dipertanggung jawabkan. GODEVI sendiri menjadi riset ilmiah sebagai fondasi sebelum ke tahap penguatan ekonomi, tata kelola, hingga komersialisasi produk dan pengalaman wisata.
Pada akhirnya, riset merupakan awal dari proses yang lebih panjang. Data membantu memahami kondisi, hasil analisis membantu menentukan strategi, dan strategi yang tepat dapat menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat.
Melalui Pilar 1 dan hadirnya IJTT, semangat tersebut semakin diperkuat, pariwisata yang baik dimulai dari pemahaman yang baik. ketika hasil dibuat berdasarkan bukti dan kebutuhan nyata di lapangan, pengembangan pariwisata tidak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga dapat membuat manfaat yang lebih berkembang bagi destinasi dan masyarakatnya.
0 Comments
- Be the first to comment.
Please login to leave a comment.
Login
Indonesia
English