GIANYAR, BALI — Pengalaman menikmati secangkir teh ternyata menyimpan perjalanan panjang yang menarik untuk dipelajari. Mulai dari karakter tanaman teh, proses pengolahan daun, teknik pencampuran (blending), pengemasan, hingga penyajiannya. Pengalaman inilah yang dihadirkan melalui program Experiential Learning — Brew Me Tea Factory Experience: From Leaf to Cup, yang sukses diselenggarakan pada 26 Oktober 2026 di Pabrik Pengolahan Teh Brew Me, Lebih, Gianyar, Bali.
Program edukasi ini menghadirkan pengalaman belajar secara langsung dan autentik dengan mengajak peserta mengenal lebih dekat dunia teh, tidak hanya dari sisi produk yang disajikan, tetapi juga keseluruhan proses di balik terciptanya secangkir teh berkualitas.
Berbeda dari kunjungan wisata biasa, program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung aktivitas pengolahan teh di lingkungan industri. Peserta diajak mengikuti tur pabrik, mengenal peralatan produksi, menyaksikan proses pengemasan, serta mendapatkan penjelasan mengenai teknik pengolahan dan pencampuran berbagai jenis teh.
Salah satu daya tarik utama dari pengalaman ini adalah keragaman karakter teh yang dimiliki Brew Me. Perkebunan teh ini memiliki delapan kultivar atau seri teh dengan karakteristik daun, aroma, warna, dan cita rasa yang berbeda. Keragaman tersebut menjadi dasar pengembangan berbagai produk teh dengan karakter dan profil rasa yang khas.
Melalui sesi demonstrasi, peserta juga diperkenalkan pada proses blending yang memadukan tiga kategori teh menjadi sekitar 80 varian produk. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa menghasilakn teh dengan cita rasa tertentu bukan sekedar menyeduh daun teh, melainkan melibatkan pengetahuan mengenai bahan baku, karakter tanaman, teknik pengolahan, serta konsistensi kualitas produk.
Pengalaman semakin lengkap melalui sesi pengenalan jenis-jenis teh, demonstrasi penyajian, dan kesempatan menikmati teh secara langsung. Peserta dapat memahami bagaimana karakter bahan baku, teknik penyeduhan, dan cara penyajian saling berkaitan dalam membentuk pengalaman menikmati teh.
Menghadirkan Wisata Edukasi yang Lebih Autentik
Melalui Program ini, GODEVI ingin memperkenalkan bentuk pengalaman wisata edukasi yang lebih bermakna, yaitu menghubungkan aktivitas pariwisata dengan pengetahuan, proses produksi, dan kehidupan masyarakat lokal.
Pabrik Brew Me menjadi ruang pembelajaran yang menarik karena mempertemukan unsur tradisi, inovasi teknologi pengolahan, pengembangan produk, serta praktik produksi yang memperhatikan aspek keberlanjutan. kemitraan dengan petani lokal juga menjadi bagian penting dari ekosistem produksi teh yang mendukung perekonomian masyarakat sekitar.
Pengalaman semacam ini memperlihatkan bahwa daya tarik pariwisata tidak selalu harus berpusat pada lanskap alam atau atraksi rekreasi. Aktivitas produksi, pengetahuan lokal, dan proses di balik suatu produk juga dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang memiliki nilai edukasi dan daya tarik tersendiri.
Program From Leaf to Cup menjadi salah satu contoh bagaimana industri pengolahan produk lokal dapat dikemas menjadi pengalaman wisata interaktif, informatif, dan autentik.
Melalui pengembangan program serupa, GODEVI terus mendorong hadirnya pengalaman pariwisata berbasis edukasi dan potensi lokal yang tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat apresiasi terhadap produk, proses produksi, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.
GODEVI — Authentic Village Experience
Sustainability | Empowerment | Entrepreneurship
0 Komentar
- Jadilah orang pertama yang berkomentar.
Silakan masuk untuk memberi komentar.
Masuk
Indonesia
English