Skip to content

GODEVI Berbagi Praktik Pengembangan Pariwisata Berbasis Riset dalam Kegiatan Penguatan Fungsi Project Management Officer di Bali Tahun 2026

GODEVI Berbagi Praktik Pengembangan Pariwisata Berbasis Riset dalam Kegiatan Penguatan Fungsi Project Management Officer di Bali Tahun 2026
October 16, 2026

GODEVI memperkenalkan pendekatan pengembangan desa dan destinasi melalui empat pilar layanan terpadu, mulai dari riset, penguatan ekonomi desa, tata kelola destinasi, hingga komersialisasi produk pariwisata.

GODEVI mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi Project Management Officer (PMO) di Provinsi Bali melalui Dana Dekonsentrasi Tahun 2026 di Hilton Garden Inn. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi GODEVI untuk berbagi perspektif dan praktik mengenai pengembangan pariwisata berbasis riset, penguatan ekonomi desa, serta pengelolaan destinasi yang berkelanjutan dan regeneratif.

Dalam kesempatan tersebut, Ni Made Gandhi Sanjiwani selaku Dewan Pakar GODEVI hadir mewakili Konsorsium Ekonomi Hijau untuk memperkenalkan empat pilar layanan GODEVI dan pendekatan Asesmen Kesiapan yang dapat dimanfaatkan oleh desa wisata, pelaku usaha, pengelola destinasi, serta pemangku kepentingan terkait. Partisipasi GODEVI menyoroti pentingnya menghubungkan perencanaan dan pendampingan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Pengembangan pariwisata tidak hanya membutuhkan strategi dan perencanaan, tetapi juga kelembagaan yang kuat, produk yang layak dikembangkan, tata kelola yang baik, serta akses pasar yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Empat pilar layanan yang diperkenalkan meliputi Riset dan Konsultasi Ilmiah (Research & Scientific Consulting), Ekonomi Desa dan Koperasi (Rural Economic & Cooperative Development), Tata Kelola Destinasi (Tourism Advisory & Destination Governance), serta Komersialisasi Destinasi dan Produk (Destination & Product Commercialization).

Keempat pilar tersebut dirancang sebagai satu alur yang saling terhubung. Riset menjadi dasar pengambilan keputusan, penguatan ekonomi desa mendukung kesiapan usaha, tata kelola memastikan pengelolaan destinasi berjalan dengan baik, sedangkan komersialisasi membantu produk lokal menjangkau pasar. Hasil pemasaran selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya.

Selain memperkenalkan empat pilar layanan, GODEVI turut memaparkan Fitur Asesmen Kesiapan, yaitu instrumen penilaian mandiri berbasis kuesioner untuk membantu desa, usaha, dan destinasi memetakan kondisi, mengidentifikasi kesenjangan, serta menentukan prioritas pengembangan. Pendekatan ini dapat menjadi referensi dalam proses pendampingan, khususnya untuk memahami kebutuhan awal dan menyusun langkah tindak lanjut yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing desa atau destinasi.

Salah satu peserta perwakilan koperasi Kabupaten Gianyar setelah mencoba fitur asessmen yang dimiliki oleh Godevi . Beliau mengatakan "Sistem yang dimiliki sangat mudah dipahami, saya belajar untuk mengisi dengan cara yang sangat mudah, sehingga pembinaan melalui PMO ini menjadikan kemudahan bagi kita mengetahui potensi ekonomi desa di daerah masing-masing"

GODEVI juga menyoroti pentingnya pendekatan pariwisata regeneratif yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan dampak negatif, tetapi juga mendorong pemulihan ekosistem, penguatan budaya, dan penciptaan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, GODEVI memperkenalkan perspektif pengembangan pariwisata yang menghubungkan riset dengan implementasi nyata. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pemangku kepentingan dalam memperkuat pengembangan desa wisata, kelembagaan ekonomi lokal, dan tata kelola destinasi di Bali.

 

 

Share this article

0 Comments

  • Be the first to comment.

Please login to leave a comment.

Login